Pokok Tengkawang |
Pohon Tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera. Dalam bahasa Inggris, flora (tanaman) langka ini dikenal sebagaiIllepe Nut atau Borneo Tallow Nut. Pohon yang terdiri atas belasan spesies dimana 13 diantaranya dilindungi dari kepunahan sesuai dengan PP No.7 tahun 1999.
Buah Tengkawang |
Buah tengkawang yang menghasilkan minyak nabati berkwalitas tinggi ini, Salah satu jenis tengkawang yang bijinya menjadi maskot dari Provinsi Kalimantan Barat yaitu Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera).
Tengkawang dalam bahasa daerahnya engkabang merupakan salah satu jenis hasil hutan bukan kayu dimana biji tengkawang di pasaran lokal hanya dihargai berkisar Rp. 3.000 s/d 7.000/Kg.Untuk meningkatkan nilai jual biji tengkawang maka harus ada turunan dari biji tengkawang yaitu minyak tengkawang.
Dimana minyak tengkawang secara tradisional digunakan untuk memasak, di dunia insdustri minyak tengkawang ini diantarnya digunakan untuk pembuatan permen sebagai pengganti mentega dan minyak coklat, bahan obat-obatan, kosmetik, lilin, sabun dan mentega.
Kerasnya buah tengkawang sehingga tidak banyak masyarakat yang berminat mengolahnya dan kalaupun ada yang berminat membuat minyak dari Tengkawang, biasanya mereka hanya mampu menumbuk sedikit untuk keperluan sendiri.
BAHAN DAN ALAT :
Biji tengkawang yang di salai |
1. Bahan
Biji Tengkawang
2. ALat
· Alu
· Dandang
· Alat Penyempit (semacam alat untuk pres serbuk buah Tengkawang)
· Keranjang anyam
· Bambu
Masyarakat di Desa Nanga Yen Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu mengolah biji tengkawang menjadi minyak hanya masih secara tradisional sebagai berikut :
1. Buah Tengkawang di buang sayap dan kepalanya.
2. Kemudian buah tengkawang diasapkan atau disalai.
3. yang sudah disalai ditumbuk dengan cara manual sampai halus.
4. Serbuk yang sudah halus di masukkan ke dalam kantong anyam.
5. Serbuk yang sudah halus tersebut dikukus sambil dibolak-balik.
6. Serbuk biji tengkawang yang sudah masak atau panas, dimasukkan dalam kantong anyam untuk dilakukan pengempres.
7. Kantong anyam yang telah berisi serbuk biji tengkawang yang telah dikukus di ikat dan siap dilakukan pengempresan untuk menghasilkan minyak tengkawang
8. Alat pengapit disiapkan kemudian dimasukkan kantong anyaman dan diletakkan dialat pengapit. Alat pres tradisional ini bekerja dengan mengandalkan tambahan kayu yang disisipkan dibagian atas alat dengan cara ditumbuk.
9. Untuk menampung minyak digunakan bambu.
9. Untuk menampung minyak digunakan bambu.
Biji Tengkawang yang sudah halus dimasukkan dalam keranjang |
Biji Tengkawang yang sudah di tumbuk kemudian di kukus |
yang telah di kukus di masukkan dalam keranjang anyam |
Alat Penyepit untuk menghasilkan minyak tengkawang |
Serbuk tengkawang yang telah dikukus kemdian di masukkan ke alat penyepit |
Untuk menghasilkan minyak yang maksimal,
maka ditambah kayu untuk semakin rapat
|
Terus ditambah kayu agar minyak tengkawang semakin banyak |
minyak yang keluar di tampung dengan bambu |
Di Desa Nanga Yen, minyak tengkawang di simpan di dalam bambu |
SELAMAT MENCOBA....