Profil

Senin, 26 September 2016

SI RATU BUAH YANG LEZAT BERMANFAAT


  Buah dengan nama latinGarcinia Mangostana L. termasuk kedalam famili Guttiferae. Nama umum yang sering kita dengar adalah “Buah Manggis” dimana memiliki rasa yang manis, lezat, bentuk buah yang indah dan memiliki daging buah yang putih halus sehingga mendapat julukan “Queen of Tropical Fruit”.


Buah manggismerupakan salah satu jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang keberadaannya di Indonesia masih minim tersentuh oleh teknologi. Selama ini masyarakat mengenal manfaat buah manggis ini sebatas buah segar yang enak dimakan.Seiring waktu sebagian masyarakat telah memahami manfaat dari manggis yang dijadikan obat herbal dan bahan terapi, utamanya pada bagian kulit manggis.
Didalam kulit manggis terdapat kumpulan molekul aktif atau kumpulanmangostinone dengan struktur berbentuk cincin enam segi dengan ikatan karbon kembar yang disebut dengan “Xanthone” dimana gugusan tersebut mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan kita sehari – hari.




Manfaat yang dapat diperoleh dari kulit buah manggis antara lain :
  1. Antioksidan
  2. Anti Kanker
  3. Anti Diabetes
  4. Anti Bakteri
  5. Anti Peradangan
  6. Meningkatkan daya kekebalan tubuh, serta
  7. Manfaat lainnya bagi kesehatan.


Saat ini proses pengolahan kulit buah manggis yang sudah ada dalam bentuk minuman (Jus), kulit manggis kering, serta bubuk instan kulit manggis (kapsul).
Adapun proses pengolahan kulit manggis kering menjadi Tepung Kulit Buah Manggis adalah sebagai berikut :





 










































Berikut kami paparkan bentuk olahan lain dari kulit buah manggis yang enak, lezat, bermanfaat, mudah dalam pembuatan serta murah dalam pembiayaan.
CUP CAKE GARCINIA"





Bahan :
  •            3 Butir Telur
  •           100 Gram Margarin (Lelehkan)
  •           100 Gram Gula Pasir
  •           ½ Sdt Cake Emulsifier
  •           ½ Sdt Baking Powder
  •           1 Sdm Pasta Mocca
  •           25 Gram Tepung Kulit Manggis
  •          100 Gram Tepung Terigu

Cara :
  1. Campurkan gula pasir, telur dan cake emulsifier, kemudian kocok hingga mengembang.
  2. Masukkan tepung terigu, baking powder dan tepung kulit manggis. Ayak dan sambil diaduk – aduk hingga merata.
  3.  Tambahkan pasta mocca dan margarin yang sudah dilelehkan, aduk hingga merata.
  4.  Tuangkan adonan tersebut kedalam cetakkan cup cake sekitar ¾ bagian cetakkan.
  5.  Kukus ± 20 menitan lalu angkat, dinginkan dan sajikan.


Analisa Biaya Pembuatan Cup Cake Garcinia
Bahan
Satuan
Harga (Rp.)
Telur
 3Butir
4.500
Margarin
Gram
3.500
Cake Emulsifier
½ Sdt
1.000
Gula
Gram
1.250
Baking Powder
½ Sdt
1.000
Pasta
1 Sdm
500
Tepung Terigu
Gram
1.000
JUMLAH
12.750

Keterangan : Harga sesuai pasaran di Kabupaten Kapuas Hulu.

Minggu, 25 September 2016

SIRUP ASAM KANDIS

     PENDAHULUAN
Asam kandis (Garcinia xanthochymus) merupakan salah satu tumbuhan dari yang termasuk genus garcinia (manggis-manggisan), Hampir semua orang sangat mengenal jenis tanaman ini. Tanaman asam kandis tumbuh hingga ketinggian 1000 mdpl, hidup dibawah tegakan atau daerah dengan kelembababan cukup tinggi. Asam kandis tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia dapat ditemui di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, maluku dan Papua.
KONDISI DAN POTENSI
Berapa hambatan dalam pemanfataan dan pengelolaan buah asam kandis secara komersil adalah musim berbuah yang tidak menentu, buah yang mudah rusak dan membusuk, rasa buah yang pahit dan asam serta pemanfaatannya yang masih minim dikalangan masyarakat.
Di kabupaten Kapuas Hulu, Tanaman asam kandis tersebar di seluruh kecamatan, namun pemanfaatannya hanya sebagai penambah cita rasa makanan, sehingga umumnya dibiarkan masak dan jatuh  membusuk begitu saja.   Tanaman  ini umumnya ditanam di halaman rumah, kebun dan ada yang tumbuh liar di hutan. Kandungan, khasiat dan manfaat asam kadis cukup tinggi untuk kesehatan manusia. Tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan pemanfaatanya menjadi lebih baik.
KHASIAT DAN MANFAAT
Khasiat dan manfaat asam kandis yang sudah banyak diketahui antara lain buah dan daunnya sebagai anti bakteri dan anti mikroba, akar/kulit/batang dan daun bermanfaat sebagai anti malaria, mencegah infeksi dan peradangan, mengatasi sembelit, anti oksidan dan mencegah radikal bebas, menguraikan lemak sehingga dapat menurunkan berat badan (diet), menurunkan hipertensi, menurunkan kolesterol, mencegah penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan stroke, dan mermacam-macam manfaat lainnya.




Gambar 1.  Buah Asam Kandis


















 PRODUK DARI ASAM KANDIS
Produk yang dihasilkan dari asam kandis antara lain bubu dapur/masakan, Ramuan Herbal, dan selai.

BAHAN DAN ALAT

Alat :
1. Panci
2. Kompor
3. Baskom
4. Pisau
5. Talenan
6. Saringan

Bahan :
1. Asam kandis yang sudah matang 1,5  gram
2. Gula pasir  400 Gram
3. Garam 1 sdm
4. Air 2 liter

CARA PEMBUATAN SIRUP

1. Buah Kandis di cuci bersih, dipotong dan bijinya di buang.
2. Kemudian di rendam dengan air garam selama ±30 Menit.
3. Selanjutnya  dimasak dengan air  sampai mendidih dan tersisa ± 2/3,
4. Tambah gula pasir, biarkan mendidih sampai air tersisa 1/2.
5. Biarkan dingin dan di saring
6. Siap di sajikan, Lebih enak dengan es

Porsi :
Menghasikan 1 liter sirup asam kandis


 




Gambar 2. Pengemasan Sirup Asa Kandis di dalam botol
 











Gambar 3. Sirup Asam Kandis disajikan bersama es batu











PENUTUP
Rasa masam dari buah asam kandis menjadi ciri yang khas, sehingga sangat segar ketika dijadikan minuman yang disajikan disiang hari. Pembuatan sirup asam kandis tergolong mudah dan murah, sehingga berpeluang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Dengan meningkatkan nilai tambah/diversifikasi  produk dari asam kandis, diharapkan dapat  meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan upaya budi daya, pemanfaatan dan pengolahan buah kandis yang selama ini cukup terabaikan serta diharapkan mendukung program  pembangunan kehutanan #

Senin, 06 Mei 2013

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 19 TAHUN 2013

Peraturan mengenai tunjangan jabatan fungsional penyuluh kehutanan, tunjangan tersebut telah disesuaikan dengan beban kerja dan tanggungjawab pekerjaan, diharapkan dengan perubahan tunjungan jabatan fungsional penyuluh kehutanan tersebut dapat semakin meningkatkan mutu, prestasi, produktivitas kerja dan pengabdian dari para penyuluh kehutanan.

Sabtu, 26 Mei 2012

SENGKUBAK


Sengkubak [pycnarrhena cauliflora (miers) Diels] tumbuhan ini menjadi istimewa karena digunakan sebagai penyedap rasa alami yang sudah cukup terkenal di kalangan etnis dayak dan melayu di kabupaten sintang.  Pada masa serba instan dan berbahan pengawet seperti saat ini  selayaknya penyedap alami dari tumbuhan sengkubak ini dapat mejadi perhatian lebih besar pada masa-masa yang akan mendatang, mengingat penyedap modern banyak mengandung zat kimia sintetik yang dapat merusak kesehatan manusia.
Sengkubak merupakan salah satu plasma nutfah yang khas dan bernilai penting karena di manfaatkan sebagian masyarakat tidak hanya untuk penyedap rasa tetapi juga untuk pengobatan. Namun sayangnya pemanfaatan sengkubak tidak diturunkan ke generasi muda sekarang ditambah lagi konversi lahan hutan telah membuat jumlah dari tumbuhan sengkubak ini semakin berkurang.


A.      Botani


Sengkubak merupakan golongan liana yang termasuk dalam family Menispermaceae, berdasarkan identifikasi jenis yang dilakukan, maka secara teksonomi dapat diklasifikasikasn sebagai berikut (Backer & Brink 1963):
Kingdom           : Plantae
Divisio              : Magnoliophyta
Kelas                : Liliopsida
Ordo                : Ranunculales
Famili               : Menispermaceae
Genus               : Pycnarrhena
Spesies             : Pycnarrhena cauliflora (Miers.) Diels
Nama Lokal       : Sengkubak

B.    Penyebaran
Pengetahuan mengenai penggunaan sengkubak sebagai bumbu atau penyedap telah lama dimiliki oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Barat baik pada suku dayak maupun suku melayu, terutama pada daerah hulu Kalimantan Barat yakni di Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu
Penyebaran sengkubak  (Pycnarrhena cauliflora) sulit untuk di uraikan karena sangat minimnya literature yang mendukung. Di Kalimantan Barat sengkubak ditemui pada ketinggian 100-150 m dpl di habitat dataran rendah dan berbukitan. (berdasarkan studi pustaka dengan menelusuran specimen yang dikoleksi di Herbarium LIPI Cibinong, 2007).
Pada penelusuran specimen tersebut diketahui sengkubak dapat hidup pada ketinggian 80-700m dpl. Pada habitat dataran rendah, perbukitan dan pada habitat hutan sekunder. 
Tanaman sengkubak kadang tumbuh di kebun karet masyarakat.

D.      Budidaya
Pemanfaatan yang selama ini dilakukan dan semakin tinggi tekanan terhadap hutan alam, tanpa diikuti dengan pembudidayaan akan menambah ancaman bagi keberadaan sengkubag di hutan alam.
Budidaya sengkubak sampai saat ini belum dilakukan oleh masyarakat, dikarenakan tanaman sengkubak pertumbuhannya sangat lambat dan belum ada teknis budidaya sengkubak yang pernah dilakukan.
Sejak dahulu masyarakat terbiasa memenuhi kebutuhan sengkubak dengan memanennya langsung dari hutan.

Sumber:
Kajian Etnobotani dan Aspek Konservasi Sengkubak [Pycnarrhena cauliflora(Miers.) Diels.] oleh Utin Riesna Afrianti.

E.       Manfaat Sengkubak
a.   Penyedap Rasa Masakan Secara Alami.
  

 Pengunaan sengkunbak sebagai bahan penyedap rasa alami merupakan salah satu bentuk pemanfaatan yang khas terhadap suatu jenis tanaman yang dilakukan oleh etnis Dayak dan Melayu kabupaten sintang. Pengunaan tanaman sengkubak sebagai penyedap rasa tumbuh dan berkembang dari pengalaman empiris yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.
Bagian tanaman sengkubak yang digunakan sebagai penyedap rasa alami yakni untuk menambah rasa manis pada masakan adalah daun.



b.   Pengobatan
Sengkubak selain dapat digunakan sebagai penyedap rasa juga dapat dijadikan obat tradisional dan memiliki nilai magis oleh sebagian masyarakat, hal ini masih terbatas pada komoditas masyarakat.
Manfaat Sengkubak sebagai obat tradisional hanya sebagai pengobatan luar seperti  untuk :
1.    Jaram (kompres menurunkan panas), 
2.    Tapal (Daun Sengkubak dan beberapa campuran lainnya yang telah ditumbuk diletakkan dibagian tubuh yang sakit) untuk pengobatan kembung.
3.    Demam.

F.        Pengolahan
Teknis Pengolahan agar dapat disimpan dan digunakan dalam waktu cukup lama yaitu :
1.    Daun sengkubak yang baru dipetik dibersihkan.
2.    Daun ditumbuk halus atau dipotong kecil-kecil.
3.    Hasil dari proses penumbukan atau potongan tersebut dikering anginkan.
4.    Serbuk daun sengkubak kemudian disimpan ke dalam wadah bersih (botol)



Disusun Oleh :
JUMILAH, S.Hut
Penyuluh Kehutanan Kecamatan Dedai



Jumat, 16 Maret 2012

WIDYAWISATA PENYULUH KEHUTANAN KABUPATEN SINTANG KE KABUPATEN SANGGAU

A.     LATAR BELAKANG
Sesuai dengan perkembangannya paradigma penyuluhan kehutanan bergeser dari sekedar alih teknologi dan informasi kepada proses pemberdayaan masyarakat ke arah kemandirian. Hal tersebut dapat dijelaskan dalam UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, yang menyatakan bahwa  penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Berdasarkan KEPMENHUT Nomor : 272/kpts.II/2003 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya,  Widyawisata merupakan metoda bagi penyuluh kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat.

B.      MAKSUD DAN TUJUAN
1.     Maksud :
Maksud dari kegiatan ini adalah Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Penyuluh Kehutanan Kabupaten Sintang dalam menerapkan teknologi aplikatif bidang Kehutanan.
2.    Tujuan :
Tujuan dari kegiatan Widyawisata ini adalah :
a.    Mengembangkan persatuan Penyuluh dalam rangka memotifasi  kinerja penyuluh.
b.    Membekali pemahaman bagi Penyuluh tentang penerapan teknologi kehutanan.
c.    Melihat dan belajar tentang Inokulasi gaharu.
d.    Melihat dan belajar penangkaran lebah madu alam.


C.      WAKTU DAN LOKASI  PELAKSANAAN
Widyawisata akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 7 - 8 Maret 2012
Lokasi sasaran pelaksanaan Widyawisata dilakukan pada KUP Karunia Jaya Mandiri Farm di Dusun Sengorit Desa Maringin Jaya Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. yang bergerak di bidang usaha Budidaya dan Inokulasi Gaharu, Usaha lebah Madu Lokal.